Di penantian akhir bulan ramadhon, saatnya kita menjemput sang lailatul qodar. Malam yang lebih baik daripada seribu bulan menjadi titik temu untuk siapapun. Semua orang menantikan kedatanganya, ingin menyambutnya bahkan menyapanya dengan berjuta doa dan permohonan ampunan pada Sang Kholiq. Malam menjadikan tumbuh-tumbuhan bertasbih, langit-langit yang indah yang menimbulkan kesejukan bagi siapa yang menemuinya.
Sepuluh hari terakhir bulan ramadhan seakan-akan menjadi tombak dalam penghujung doa-doa dan pengharapan. Bulan ramadhan yang menjadikan malam yang gelap di penuhi cahaya terang yang terang benderang. Maha besar Allah dengan segala kekuasaanya.
Di malam ke-21, awal penantian telah di mulai. Saatnya bermunajat dengan sang pemilik Kekuasaan. Malam hari yang terasa berbeda dengan biasanya. Udara sejuk, langit seakan-akan membelah dan menampakkan cerahnya, angin yang semillir dingin di temani rintik-rintik hujan yang menambah kesejukanya. Ya Robby, Aku menantikan malammu.
Doa adalah Mukhul Ibadah( utamanya ibadah). Doa bisa di lakukan dengan cara apapun. Dengan kita beristighfar, dzikir bahkan bersholawat pun bisa di kategorikan sebuah doa. Salah satunya adalah sholawat thibbil qulub.
Sholawat Thibbil Qulub adalah sholawat yang di baca ketika kita mendapatkan penyakit, baik itu penyakit hati ataupun badani. Sholawat ini begitu ampuh ketika kita membacakanya. Keampuhan dalam membacanya menjadi salah satu obat tersendiri. Menjadikan beban hati, badan dan pikiran semakin ringan.
Ketika gundah gulana menyerang kita, berdoalah dengan penuh kekhusyuan dan ketawadhuan. Pikiran penat, capek hati dan pikiran, marah, emosi dan segala jenis penyakit hati. karena dalam makna sholawat thibil qulub ini mempunyai arti yang luar biasa. Dalam segi lafaadz maupun maknanya.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صلي علي سيدنا محمد طب القلوب و دوائها و عافية الابدان و شفائها و نورالابصار وضيائها وقوت الارواح وغدائها و علي اله وصحبه و سلم
“Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yaitu kesucian hati dan penyembuhnya. Kesehatan badan dan kesembuhannya. Cahaya pengelihatan serta sinarnya, penjamin jasmani dan rohani akan kebutuhannya. Anugerahkanlah pula kepada keluarga dan para sahabatnya serta berikanlah pula keselamatan.”