Tampilkan postingan dengan label pesan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesan hidup. Tampilkan semua postingan
Tyka Manis

Yah istilah tabarukan maroko tercetus ketika salah seorang santri di pengajian mengucapkan kata yang demikian. Maka istilah inipun menjadi istilah yang sangat umum di telinga kita. Tabarukan maroko adalah pengajian yang ada di dalamnya hanya semata mencari keridhan dan keikhlasan saat belajar di dalamnya dan yang terpenting mendapat barokah keilmuan dari pembelajaran.
Maroko yang jauh di ujung benua afrika tak pernah menggoyahkan tekad seorang tholabul ilmi untuk mencapai ke-idrok-an dari ilmu tersebut. Semangat juang yang membara menjadi obor tatkala malas melanda perjuangan kita. Nuansa- nuansa pesantren yang menyebabkan rindu akan Indonesia tercinta
Mungkin terdengar asing di telinga kita, bagaimana bisa kita mengkaji kitab-kitab yang di basiskan oleh pesantren? Bahkan kitab itu di kaji di bulan yang penuh berkah ini yaitu Ramadhan karim. Menjalani rutinitas yang sama sekali terbayangkan di negeri arab terjadi bahkan berlangsung dengan baik walaupun hanya ala kadarnya.
Tyka Manis
Berhusnudzon? Positive thinking dalam setiap keadaan. Mengambil sisi kebaikan dari permasalahan. Menarik benang merah bahwa kenegativan tidak kan hinggap bahkan hadir alam kehidupan kita.
Bukankah berhusnudzon itu indah? Penat dan beban pikiran tidak akan melanda kita. Rasa benci pun tak akan sesekali hinggap dalam hati. perasaan was-was dan khawatir tidak akan pernah tumbuh karena pada dasarnya kita yang mengatur perasaan itu. Titik kepositifan yang mengubah Dzon itu.
Tyka Manis
Bukankah sesuatu yang besar itu berasal dari sesuatu yang kecil? Besar adalah kumpulan kepingan-kepingan kecil. Begitupun hal itu berlaku padaseseorang, orang yang besar , awalnya hanyalah seseorang yang kecil yang tiada artinya.
Mungkin kita sering melupakan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Padahal justru hal yang kecil ituu yang akan mempengarui di hari esok. Tapi terkadang kita justru melupakannya dan tidak menghargainya.
Saat kita menginginkan menjadi seorang yang berilmu, maka tidak lupa pula kita menghargai kita kita. Menjadi pendengar yang baik , bukuyang menjadi penyalur untuk ilmu itu hendaklah berusaha  memulyakannya. Terus menerus menelaah mempelajarinya. Tidak pernah sesekali mengabaikanya.
Tyka Manis
Sudah berapa lama waktu telah berlalu tanpa adanya ilmu yang terpelajari. Haus sudah aku dengan aliran-aliran ilmu itu. Tanpa adanya arah dan tujuan ku duduk sendiri di temani bunyi air yang mengalir. Mengatasi kesunyian yang ada. aku rindu dengan gerimisnya ilmu itu.
Dimanakah engkau berada? Dimanakah engkau mengembara? Apa yang kau cari di sana? Tak taukah ruangan ini telah keriang dengan kalam-kalam indahmu? Tak taukah juga malam-malam ini di lalui tanpa adanya bijaknya sosokmu?
Tyka Manis
Kata menghargai memanglah tak asing terdengar di telinga kita. Ketika kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar kita pun di kenalkan menghargai teman dan sesama. Menghargai umat beragama dan lebih tepatnya di sebut toleransi.
Kedengaranya kata menghargai adalah kata yang biasa. Tapi pada dasarnya mempunyai pesona keindahan dalam pemaknaannya. Bagaimana tidak? Ketika kita menilai pekerjaan orang lain maka terlebih dulu menghargainya. Ketika berkomentar tentang baik buruknya suatu nilai maka hendaklah belajar menghargai pendapat mereka.
Tyka Manis
Sholat adalah salah satu cara ita dekat dengan Allah. Kapan lagi kita mengingatnya tanpa ada nafsu dunia yang mengiringinya. Memang obat paling manjur saat kita di rundu berbagai masalah dunia hanyalah sholat an berdoa. Siapa lagi yang menjadi sandaran kecuali Dia Allah. Rahasia sebesar apapun kita curhatkan kepada Sang pemilik hidup itu tidak akan pernah menyebar bahkan Allah akan menutupinya. Berbeda ketika rahasia kita paparkan kepada sesama makhluk, tidak jarang kita merasa was-was, ragu bahkan takut jika rahasia itu terbuka dan menjadi aib bagi kita.
Tyka Manis
Manusia di uji coba oleh allah dengan ujian hidup baik itu yang di khususkan di dunia ataupun ujian yang bermaksud dengan akhirat. Ujan dari allah bisa di artikan dengan banyak hal. Yakni ketika kita di rundung dengan berbagai permasalahan hidup, lilitan hutang, kegagalan dalam ujian bahkan susahnya menerima pelajaran pun termasuk ujian. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Tak selamanya orang merasakan kenikmatan dan tak selamanya juga memperoleh kesusahan.
Allah memang Maha adil pada hambanya. Mengetahui apa yang terbaik dan  hal terburuk bagi hambanya. Walaupun kita sering merasa yang terbaik menurut kita itu baik tapi terburuk bagi allah dan begitu pula sebaliknya. Seperti di jelaskan dalam Al Quran ( Al Baqoroh: 216).
Tyka Manis
Tiba-tiba muncul kemarahan yang menyesak dalam dada ini. Kemarahan akan semua yang terjadi. Rasa tidak bersyukur pun muncul dalam memori-memori kehidupanku. Tidak terima dengan ini dan itu. Seakan-akan cobaan terus menghadangku dan menghalangiku untuk mendapatkan kebahagiaan. Hatiku terus memberontak. Kenapa semua harus terjadi pada diriku ini?
Hari demi hari aku lalui tanpa kebahagiaan yang menyelimuti. Apakah ini hanya sebuah firasat belaka atau memang hati ini tak ingin menerima yang ada? apa ini sebuah cobaan hidup atau hanya permainan dunia saja? Sungguh bagaimana ku hadapi ini semua!
Tyka Manis
Terkadang kita tak sadar betapa banyak anugrah yang Sang Kholik berikan pada kita. Terkadang juga kita tak sadar bahwa kenikmatan itu terkufurkan karena perbuatan-perbuatan kita. Dan terkadang kita pun tak sadar bahwa kenikmatan telah di depan mata kita.
Ku telusuri jalan-jalan terjal. Kuhadapi kerikil-keril kecil menghadangku. Ku sapu dengan butir keikhlasan. Ku warnai dengan tiang kesabaran. Ku maknai dengan cobaan. Cukup Allah lah yang menjagaku.
Cukupkanlah cinta kasihmu menjadi penawar rinduku. Cukupkanlah kuasamu menjadi semangat bagiku. Cukupkanlah lathifmu menjadi ujung penguatku. Cukupkanlah ilmumu  menjadi asas pemahamanku. Dan cukupkanlah hatiku pada penjagaanmu.