Terdiam membaca butiran mutiara indah
Mengagumi keindahan tulisanya
Menyelami bagai air di setiap bait-baitnya
Hanyut mengikuti arusnya
Malam di penuhi bintang
Menjadikannya terang benderang
Sang anak adam berkeliaran
Menelusuri di tiap sudut jalan
Entah berapa kata terucap
Entah berapa hitungan terbilang
Berharap ada burung sang pembawa pesan
Mengantarkan rinduku yang tak tersampaikan
Note: “ kekaguman akan seseorang di tengah-tengah rindu akan mahabbahnya”
To: Hamba Allah yang jauh di ufuk timur
El faQir
Sinarnya matahari yang kilau menyinari wajahku
Desir angin berhembus menyilakan hijab suciku
Penungguan itu menemani gurat hatiku
Rel kereta api jadi tatapanku
Sebuah sms datang silih berganti
Menemani penantian tak kunjung pergi
Jarum jam terus meniti
Kapankah si ular besi datang menghampiri?
Desak kerumunan wajah menggeromboli
Sentuhan tangan-tangan kecil berganti
Terlihat keindahan di siang hari
Menyambut niat baik untuk silaturahmi
Kak Ila yang baik hatinya
Doaku. . . .
Doamu. . .
Doanya. . .
Doaku. . .
Ku panjatkan hanya pada-Mu
Ku serahkan hatiku pada cinta-Mu
Ku titipkan diriku pada kesempurnaan-Mu
Engkau hapuskan kesalahanku dengan Ridho-Mu
Engkau hilangkan syirik kecilku akan dunia-Mu
Engkau tauhidkan aqidahku akan Keesaan-Mu
Engkau lapangkan pikiranku akan ilmu-Mu
Indah ketika di dengar
Tenang ketika di baca
Tentram ketika di rasa
Ku awali hari dengannya
Ku lakukan tiap kegiatan bersamanya
Ku nikmati dunia dengan keagunganya
Ku alirkan cintaku pada keindahan lafadznya
Setiap orang membacanya
Memujinya
Mengagungkannya
Merasakan kerinduanya
Air mata bercucuran dimana-mana
Tak tau sampai kapan berhentinya
Terdiam dalam kesendirian
Terpaku dalam kesedihan
Aku menangis karena-Mu
Aku menangis karena membutuhkan-Mu
Aku menangis karena Engkau Cintaku
Dan aku menangis karena aku adalah hamba-Mu
Hati memang tak bisa berbohong
Hati memang tak bisa mengelak
Hati pun tak bisa di pungkiri
Dan hati juga tak bisa di ingkari
Cinta itu membinggungkan
Cinta itu menyenangkan
Cinta itu Kepunyaan
Dan Cinta itu menyakitkan
Cinta sesungguhnya itu sperti apa?
Apakah mereka yang slalu mengumbar kata-kata cinta?
Atau mereka yang mewujudkan cintanya dengan tindakan?
Ataukah mereka yang mengikat cintany dengan sebuah akad yang indah?
Cinta....
Cinta...
Dan Cinta,,,,,
Kasih Sayangmu
Abah Yai
Entah beribu banyak kebaikan
Yang telah engkau curahkan
Entah beribu banyak kasih
Yang telah engkau beri
Harus dengan apa aku mengembalikanya?
Harus dengan apa aku menggantinya?
Semuanya telah engkau Berikan Abah..
Semuanya telah engkau kasihkan…