Ternyata menjadi seorang imam dalam jamaah ada ketentuan dan syarat-syarat yang harus di perhatikan. Bukan kita memilih-milih ketika berjamaah tapi ini memang ada sustu pertimbangan karena seorang imamlah yang akan memimpin seorang makmun dalam sholat. Dari segi keilmuan maupun dari segi kepribadianya.
Dalam beberapa kitab referensi, seperti kitab Majmu’, Safinatun Najah, Fathu Qorib telah di sebutkan dan di perincikan secaca khusus dalam bab-babnya. Adapu Syarat-syarat akan di perincikan di sini:
1. Imam harus lebih Faqih dalam keilmuanya maksudnya imam harus mempunyai keilmuan lebih dari makmum-makmumnya. Mengerti tata cara sholat dengan baik dan dari segi keagamaan pula juga harus baik. Dari keilmuan fiqihnya pun harus lebih tau dan berilmu bahkan memahami dari setiap ilmu yang di pelajarinya.
Seberapa besar pengaruh ilmu. Ilmu yang akan selalu menyelimuti dan menjadi penghias bagi siapa yang memiliki ilmu itu. Ilmu yang bisa meredam keburukan dengan membatasinya dengan keilmuanya. Menghiasi kepribadianya dengan keindahan akhlaq yang di milikinya.
Pengaruh ilmu memang berdampak dan membekas bagi siapa yang memilikinya. Seperti yang telah di unkapkan di kitab Ta’lim Muta’lim
Ta’allam fainnal ilma zainun li ahlihi # wa fadhlun wa ‘unwanun likulli mahamidi
Belajarlah karena ilmu karena ilmu akan menjadi penghias bagi sang pemilik ilmu itu.
Semula orang yang hanya biasa-biasa saja ketika diam tapi luar biasa ketika menyalurkan dan membicarakan ilmu. Tidak ada yang special tapi serasa special karena keindahan budinya di sertai ilmu yang ada padanya. Tidak ada yang menarik ketika di pandang tapi jadi memikat karena cahaya ilmu terpancar di wajahnya.
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap orang. Bagaimana tidak? Pepatah mengatakan jika kalian menginginkan dunia maka dengan ilmu, jika kita menginginkan akhirat maka dengan ilmu pula, dan jika kalian menginginkan keduanya(dunia dan akhirat) maka ilmu pun menjadi pilihan.. Ilmu pun secara tidak langsung menjadi kebutuhan insani. Kebutuhan dimana orang rela mencari ilmu itu dengan berbagai upaya. Baik dari segi rohani maupun jasmani. Mencari ilmu pun ada beberapa syarat yang harusnya di lakukan bagi tholabul ilmi. Syarat-syarat tersebut akan terperincikan di dalam pembahasan ini. Kandungan tentang persyaratan itu akan lebih di tegaskan dengan penyataan di ta’lim muta’lim.