Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tyka Manis


Di era Moderen ini, remaja adalah salah satu masalah terbesar. Bagaimana tidak? Karena pergaulan dan tingkah laku remaja saat ini sudah menimbulkan hal-hal yang negative.  Kenakalan yang di timbulkan oleh remaja menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang di picu oleh sisi psikologis remaja tersebut. Kenakalan remaja yang telah merajalela seperti minuman keras, menggunakan narkoba, nge Drug itu contoh doktrin nyata bahwa rusaknya remaja kita saat ini.
Kenalakan Remaja yang besar menimbulkan kekhawatiran yang besar oleh orang tua. Karena sudah tidak merasa tidak mampu dan memahami mental sang anak, maka orang tua mengambil jalan pintas dengan memasukan mereka ke dunia pesantren. Kekhawatiran mereka dengan tingkah laku anak yang tidak bisa terkontrol dengan baik sehingga memaksa anak untuk mengikuti arus pesantren.
Awalanya penyebab seorang santri nakal di sebabkan karena mereka masuk pesantren bukan kehendak mereka sendiri di tambah lagi mereka harus terkekang oleh dunia pesantren dan disiplin pada waktu-waktu yang di tentukan. Santri melarikan diri dan melakukan pelanggaran pesantren.
Tyka Manis

Maroko, banyak orang-orang yang membanggakan Negara ini. Yah seperti kita tau ia adalah salah satu Negara islam yang seluruh penduduknya mayoritas islam dan hanya beberapa gologan kecil yang tidak. Banyak orang mendengar pula tentang keindahan-keindahan maroko baik itu dari segi penduduknya yang ramah  di tambah lagi Negara afrika yang tidak kekeringan dan masih tetap subur walaupun berada pada belahan dunia paling ujung, tempat wisata yang mempunyai banyak aset berharga dan tempat-tempat indah yang layak ntuk di kunjungi.
Imaginasi adalah langkah awal untu mengenal maroko. Tak sedikit juga orang-orang yang berkunjung ke maroko dan tak sedikit pula mengalami kekecewaan. Dari segi komunikasinya ataupun sosialisasinya atau hal-hal lain yang tertutupi dari khalayak ramai.
Dari segi komunikasinya, di setiap Negara mereka mempunyai  cara untuk berhubungan dengan orang asing. Nah di Negara maroko itu serba sulit ketika kita  terjun langsung sendiri mengetahui maroko. Bayangkan saja, tidak semua orang maroko bisa berbahasa arab dengan baik mereka lebih sering menggunakan bahasa daerah( Darijah) mereka yang itupun sangat bertolak belakang dengan bahasa persatuan yaitu arab. Nah tentu orang akan bertanya-tanya? Mengapa tak menggunakan bahasa inggris saja? Nah justru itu jadi permasalahan, mereka tidak menggunakan bahasa inggris mereka lebih tau bahasa perancis karena itu bahasa kedua mereka.  Kesulitan berhubungan itu menjadikan kita discommucation dengan mereka. Hanya sepenggal-sepenggal kata yang di pahami. Apalagi dengan waktu yang tak lama tidak bisa memahami langsung tanpa danya kesulitan. Mungkin hanya anggukan dan gelengan di tambah kata “ Oui” “ Naam” atau “ No” “ La”.
Tyka Manis

Mimpi yang telah tertunda itu telah menjadi jalan terang bagiku. Allah memang tidak pernah menghalangi niatku untuk mencari ilmu. Jalan itu selalu ada dan titik terang itu pun mulai nyata. Mimpi yang telah di tunggu 6 tahun sudah telah menjadi nyata walaupun mimpi itu tidak bisa sempura seperti yang kita teorikan.
Maghrib, Negri dimana bangunan mimpiku telah sampai pada peraduanya. Negri dimana pengarang Alfiah Imam Malik ini sangat masyhur kealimanya. Negri yang mayoritas penduduknya menggunakan madzhab maliki sebagai dasar hukumnya. Kitab Alfiah yang sudah tidak di ragukan orang mengetahuinya dan mempelajarinya.
Awalnya timbul keraguan untuk membuka mimpi yang telah tertunda itu menjadi kenyataan. Keraguan adanya karena aku harus di hadapkan 2 kondisi yang berlawanan. Kitab-kitab kuliah yang harus aku baca untuk memahaminya dengan menuai mimpi itu menjadi kenyataan di negri Imam malik ini. Ternyata Allah memang  telah merencanakan sesuatu yang indah di dalam skenario untuk hambanya. Ini lebih indah seperti yang di bayangkan.
Di waktu yang tidak terbayangkan, mataku menyusuri sekeliling yang di dalamnya tak lain sedang mengkaji kitab Alfiah. Pengajaran Alfiah yang menggunakan bahasa pertiwi membuat lebih mudah di pahami dan di mengerti membuatku tertarik ingin masuk kedalamnya. Tanda Tanya yang ada: “ Apakah aku bisa menjadi bagian dari mereka?”. Sungguh terdiam seribu bahasa apakah memang ini jawaban dari semua keinginan?
Tyka Manis

Alfiah adalah ilmu yang mempelajari tentang nahwu dan shorof. Nahwu yang berhubungan dengan berubahnya akhir kalimat di sebabkan amil yang masuk dan sholrof adalah perubahan bentuk kata yang satu ke kata yang lain yang di jadikan dalam peyesuaian kalimat.
Alfiah adalah nama kitab yang selama ini aku dambakan untuk mempelajarinya. Tidak tau rasa itu mulai dari kapan. Sejak menjadi santri di kelas 4 rasa ingin tahuku semakin menjadi-jadi. Padahal kalau di bilang tau kitabnya pun aku tidak mengetahuinya. Hanya saja guru-guruku selalu berkata “ Jikalau kalian ingin serius belajar ilmu nahwu alangkah baikny kalian pernah tahu dan belajar ALFIAH”.
Sifat keingintahuan ini yang menjadikanku terus mencari dan mencari. Aku beranikan diriku untuk meminjam kitab pada guruku. Yah,  aku mendapatkan dua buah kitab, satu di syarahi oleh Imam Malik dan satu di syarahi oleh Ibnu Aqil. Tapi keingintahuan ini tak cukup ketika lembar demi lembar alfiah aku baca dan pahami, Gumamku dalam hati “ Kitab ini begitu Simple dan Komplit dari perbaitnya tapi mengapa aku semakin susah memahaminya?”.
Tyka Manis

Idul Adha adalah hari raya kurban bagi orang muslimin. Dan orang muslim yang ingin berkurban maka berkurbanlah seperti di jelaskan ayat Al Quran Al Kautsar ayat 2. Berkurban yakni menyembelih binatang ternak yang di niatkan semata-mata karena Allah Ta’ala.
Maroko, Idul Adha memang terasa berbeda dengan di Indonesia di sebabkan karena Indonesia dengan maroko mempunyai kebudayaan yang berbeda. Dari mulai cara dan sistem berkurban berbeda.
Di Indonesia berbeda pula dengan maroko. Indonesia hari raya kurban tidah seramai Hari Raya fitri. Ketika hari raya fitri jalan, tempat di penuhi warga dengan berbagai kesibukan untuk mempersiapkan apa-apa menjelang hari fitri. Tapi ketika hari raya kurban nampak lebih sepi dari Hari fitri.
Tyka Manis
Mungkin kita bisa menggambarkan debator itu seperti apa. Lebih-lebih dalam  perkataan. Dia mempunyai keindahan berbicara dan bertutur kata. Mampu menguraikan apa-apa yang ada dalam benaknya menjadi perkataan yang bernilai. Dia pun dapat menjadi seorang pembicara yang handal dalam situasi apapun.
Semua orang bisa dalam berbicara tapi tidak semua bisa berbicara pada publik. Mental dan kepercayaan diri sangatlah di butuhkan. Bagi seorang yang telah terbiasa berbicara di depan public munkinlah mudah tapi bagi seseorang yang takut bahkan kaku ketika di public itu adalah hal yang berat untuk di lakukan.
Apakah menjadi debator itu mudah? Tenyata tidak. Kita harus memunyai kreativitas dalam bertutur kata, keluwesan dalam berbicara, dan kemantapan dalam menyanggahnya.