Mungkin kita bisa menggambarkan debator itu seperti apa. Lebih-lebih dalam perkataan. Dia mempunyai keindahan berbicara dan bertutur kata. Mampu menguraikan apa-apa yang ada dalam benaknya menjadi perkataan yang bernilai. Dia pun dapat menjadi seorang pembicara yang handal dalam situasi apapun.
Semua orang bisa dalam berbicara tapi tidak semua bisa berbicara pada publik. Mental dan kepercayaan diri sangatlah di butuhkan. Bagi seorang yang telah terbiasa berbicara di depan public munkinlah mudah tapi bagi seseorang yang takut bahkan kaku ketika di public itu adalah hal yang berat untuk di lakukan.
Apakah menjadi debator itu mudah? Tenyata tidak. Kita harus memunyai kreativitas dalam bertutur kata, keluwesan dalam berbicara, dan kemantapan dalam menyanggahnya.
Di lihat dari segi keduanya debator dan journalist mempunyai kesamaan. Pemikiran dan pengetahuan yang luas sehingga dapat di tuangkan dalam berbicara bagi seorang debator dan dalam tulisan bagi seorang journalist. Ketika kita kurang pengetahuanya maka hanyalah kebisuan yang tertuang.
Jadi pada dasarnya menjadi seorang debator dan journalist butuhlah pengetahuan. Semakin banyak wawasan semakin banyak pula pengaplikasianya. Perbedaanya hanyalah dalam segi mental pada debator dan kebiasaan untuk menulis yang dapat memoles keindahan tulisan kita.
Note: ladang keilmuanku bersemi kembali
To: Narasumber Ilmuku
El faQir
Tyka
.jpg)



Posting Komentar