Tyka Manis
Memang tidak ada salah dalam tiap perkataanmu bahkan aku pun tak pantas menyalahkanmu bahkan menyangkal setiap keputusanmu. Menjawab tiap tutur katamu. Menepis apa yang menjadi pendapatmu. Aku punya alasan karena itu, alasan dimana kamu tak akan pernah memahaminya bahkan mengerti setiap posisi dalam hidupku.
Terdengar beribu kata maaf terucap di bibirmu. Terdengar pula tiap janji-janjimu. Mengapa dan mengapa tidak ada tindakan yang bisa kau buktikan untuk hal itu. Telinga ini sampai bosan mendengarnya. Hati ini pun sudah bosan dengan ucapan tanpa ada kejelasan.

Kata “maaf” itu seakan-akan hanya menjadi obat dalam kefatamorganaan ini. Bak air di tengah-tengah padang pasir. Tiap penyesalan hanyalah menjadi janji semata yang akan menimbulkan kesakitan dalam diri ini. Tiap keterpurukan ada benih kesemangatan yang hanya kebohongan semata.
Aku tidak butuh ucapan bahkan beribu ataupun bermilyar-milyar maaf tersurat. Bagiku itu hanya sebuah permainan dan kebohongan semata jika tidak ada bukti buat segalanya. Apakah masih belum cukupkah telah membohongiku dan mencelaku dalam setiap masa-masa sulitku. Yah itulah yang terjadi dan aku harus menerimanya.
Note: Marahkan?
El faQir

Tyka
Label: | edit post
0 Responses

Posting Komentar