Tyka Manis
Berhusnudzon? Positive thinking dalam setiap keadaan. Mengambil sisi kebaikan dari permasalahan. Menarik benang merah bahwa kenegativan tidak kan hinggap bahkan hadir alam kehidupan kita.
Bukankah berhusnudzon itu indah? Penat dan beban pikiran tidak akan melanda kita. Rasa benci pun tak akan sesekali hinggap dalam hati. perasaan was-was dan khawatir tidak akan pernah tumbuh karena pada dasarnya kita yang mengatur perasaan itu. Titik kepositifan yang mengubah Dzon itu.

Tidak ada kata yang menjawab pikiranku saat ini selain husnudzon. Saat merasa di bohongi, hati berkata pasti ada alasan dari kebohongan itu. Saat merasa sedih , hati berucap ini hanyalah sementara pasti kebahagiaan akan datang. Saat prasangka buruk menjelma dan membakar diri, hatilah yang menetramkanya.
Aku tidak sanggup hanya dengan sebuah kata-kata itu. Kata-kata itu tidak bisa menjadikanku seperti orang yang terkena sabu-sabu dan bisa menghapus dalam waktu sekejap.  Tapi untuk saat ini memang hatilah yang berperan penting menghandle saat situasi sempit melanda kita.
Husnudzon yang menjadikanku terus hidup dan nyaman walau dengan sebuah keterbatasan hati yang sempit.
Note: Teruslah hidup walau hanya dengan keterbatasan
El FaQir

Tyka
Label: | edit post
0 Responses

Posting Komentar