Edisi Ramadhan
Hidup di negri orang bukanlah hal yang mudah. Kita harus rela meninggalkan keluarga dan teman-teman terdekat kita dengan hati yang memilukan. Di tambah pula ketika kita tidak dapat berkumpul di saat semua orang berkumpul. Hati ini sekan-akan berteriak dan meronta-ronta ingin bersatu dengan mereka. Memilukan
Allah selalu mempunyai penganti di setiap rencana terbaiknya. Sutradara di atas sutradara yang ada. Allahlah yang Maha mengetahui dalam setiap kejadian-kejadian.
Ramadhan bulan yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang pula pengampunan. Dalam kurun 6 tahun kulewati ramadhanku dengan kegembiran yang tak terkira. Tak pernah sedikitpun tersimpan kesedihan-kesedihan. Ramadah yang selalu di penuhi rasa tentram di antara-atntara orang yang di sayangi dan di hibur dengan sahabat-sahabta yang mencintaiku.
Di negri yang jauh di sebrang, kali pertamanya ramadhanku tanpa mereka-mereka yang di sampingku dan mendukungku. Ramadhanku yang akan menjadi berbeda di antara yang lain. di saat hati ini gundah dengan ramdahan yang berbeda ternyata Allahlah yang merencanakan semuanya.
Kenitra, aku menemukan teman-teman yang terbaik. Mungkin akan memang terasa berbeda dari biasanya. Saat ramadhan di pesantren, berjuta-juta ilmu di dapat, hati yang tenang tercapai tapi termumpuni semua meskipun aku tidak di pesantren. Teman-temanku yang telah mejadikan rumah pesatren, kajian keilmuan yang di kaji iap siang hari dan malam hari. Wejangan-wejangan indah yang terucap saat bertutur kata. Sungguh nikmatnya hidupku saat ini.
Di pesatren aku yang selalu mendapatkan ilmu maka allah pun membayarnya dengan ilmu pula. Pesantren yang selalu megajarkanku arti kebersamaan mka allah pun pula membayarnya dengan kebersamaan pula bahkan lebih layaknya sebuah saudara bahkan pula keluarga.
Semua memanglah terasa berbeda tapi aku tidak merasakan perbedaan itu. Negri yang berbeda maka berbeda pula cara allah menggantinya. Berbeda dengan yang dulu bukan berarti kita tidak pernah merasakannya lagi.
Note: Terima Kasih membuat salah satu pengganti gundah gulanaku
Love U Kenitra dan orang yang ada di dalamnya. Ana mujabba bikum
El FaQir
Tyka
El FaQir
Tyka





Posting Komentar