Tyka Manis
Air mata bercucuran dimana-mana
Tak tau sampai kapan berhentinya
Terdiam dalam kesendirian
Terpaku dalam kesedihan
                Aku menangis karena-Mu
                Aku menangis karena  membutuhkan-Mu
                Aku menangis karena  Engkau Cintaku
                Dan aku menangis karena aku adalah hamba-Mu

Hati memang tak bisa berbohong
Hati memang tak bisa mengelak
Hati pun tak bisa di pungkiri
Dan hati juga tak bisa di ingkari
Label: 0 komentar | | edit post
Tyka Manis
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap orang. Bagaimana tidak? Pepatah mengatakan jika kalian menginginkan dunia maka dengan ilmu, jika kita menginginkan akhirat maka dengan ilmu pula, dan jika kalian menginginkan keduanya(dunia dan akhirat) maka ilmu pun menjadi pilihan.. Ilmu pun secara tidak langsung menjadi kebutuhan insani. Kebutuhan dimana orang rela mencari ilmu itu dengan berbagai upaya. Baik dari segi rohani maupun jasmani.
Mencari ilmu pun ada beberapa syarat yang harusnya di lakukan bagi tholabul ilmi. Syarat-syarat tersebut akan terperincikan di dalam pembahasan ini. Kandungan tentang persyaratan itu akan lebih di tegaskan dengan penyataan di ta’lim muta’lim.
Tyka Manis

Ta’lim Muta’lim kitab dimana ungkapan tersebut terdapat di dalamnya. Ungkapan yang begitu dasyat ketika di baca maupun di dengar. Memang ungkapan itu cenderung singkat tapi luar biasa ketika itu di dalami dan di resapi maknanya. Kata yang menjadi motivasi diri dan mengurainya dengan serpihan-serpihan keikhalasan untuk membentengi diri dari kenegativan. Kata itu menjelma menjadi magnet yang merubah  serpihan itu berbentuk segumpal semangat berjuang untuk menggali ilmu setinggi mungkin dan sebanyak ilmu itu di raih.
Yah kata itu aku dapatkan ketika pesantren menjadi pilhan belajarku. Keistiqomahan membaca itu kebaikan demi kebaikan tumbuh di iringi dengan bertambahnya keilmuan yang di peroleh. Bertambahnya kecintaan menjadi tholabul ilmi yang berbudi di sambut dengan keikhlasan tertanam di hati.
Tyka Manis

Tersimpan seribu kenangan tersimpan di banyumas, leler. Lebih tepatnya di PP At Tauejih Islamiy, aku menyelami dan mendalami ilmuku. Di sanalah aku di kenalkan dunia baru. dunia yang tak pernah aku dapatkan di Surabaya. Terpaan angin lembut itu menyapa wajah ini. Suasana yang menenangkan dan mendamaikan. Sawah terhampar berhektar-hektar terhampar luas. Aku menyelami bagai mimpi belaka.

Cerita itu berawal dari perkenalkan yang tak terbayangkan. Bagaimana tidak, aku berteman dengan musuhku sendiri. Musuh yang membuat kebencian ini membara. Sekarang musuh itu menjelma sebagai sahabat terbaik bahkan bagian dari keluargaku. Berbagai telah aku lewati dengan dia. Yah dia yang berpenampilan tinggi di tambah wajah good looking yang di milikinya.
Label: 1 komentar | | edit post
Tyka Manis
قال انك لن تستطيع معي صبر 
“ Sesungguhnya engkau tidak akan sabar bersamaku”
Tiap potongan ayat itu terdengar dan terlafadz , seketika membuat dada ini sesak. Bagaimana tidak kata itu di berikan sahabat terbaikku waktu itu. Tepat di bawah naungan sholat aku berada dan al quran sebagai saksi. Terbesit dalam benak ini, apa salahku padanya? Apa yang membuat dia bekata seperti ini? Apa aku pernah tidak sabar menghadapinya? Apakah aku mengecewakanya? Masih adakah kesempatan untuk mengulang semuaya? Masih adakah kata maaf ? pertanyaan demi pertanyaan tertumbun dalam benak ini. Diam membisu. Bagai kesepian di tengah keramaian naungan sujudku.
Label: 0 komentar | | edit post
Tyka Manis

            Berkali kali aku menepis pikiranku untuk mengenang angan tentangmu. Aku mencoba untuk tidak pernah memkirkanmu. Dalam benakku, aku berkata, apakah aku mencintaimu itu hal yang salah? Apakah aku mencintaimu itu menyalahi fithrahku? Apakah cintaku ini adalah cinta yang halal bagi-Nya?
                Aku mengenalmu karena kebaikanmu, aku mengenalmuu karena budi pekertimu, dan aku mengenalmu karena kesederhanaanmu. Dan aku mengenalmu karena kebaikan agamamu.
Dengan caraku aku menatapmu, Dengan caraku aku memperlakukanmu, Dengan caraku aku merindukanmu dan Dengan caraku Aku mencintaimu Cinta.
Caraku menatapmu membuat aku malu akan diriku. Pandangan yang tak terbesit rasa jahat sekalipun. Sesekali saja aku menatapmu, memandang lekat kelembutan wajahmu. aku menghindari pikiran-pikiran jahat yang memenuhi relung jiwaku. Gurauan tak bermakna aku lontarkan hanya untuk menutupi bahwa aku menyimpan hati. Memang aku hanya perempuan yang tak pernah serius dalam hal apapun, tapi untuk saat ini aku mencintaimu dengan segala kerendahan hatiku.
Label: 3 komentar | | edit post
Tyka Manis
Cinta itu membinggungkan
Cinta itu menyenangkan
Cinta itu Kepunyaan
Dan Cinta itu menyakitkan

Cinta sesungguhnya itu sperti apa?
Apakah mereka yang slalu mengumbar kata-kata cinta?
Atau mereka yang mewujudkan cintanya dengan tindakan?
Ataukah mereka yang mengikat cintany dengan sebuah akad yang indah?
Cinta....
Cinta...
Dan Cinta,,,,,
Label: 0 komentar | | edit post